SEPULUH PRINSIP
GOOD GOVERNANCE |
|
|
| 1 |
Kesetaraan |
| |
Memberi peluang yang sama bagi setiap anggota masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya |
| 2 |
Pengawasan |
| |
Meningkatkan upaya pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dengan mengusahakan keterlibatan swasta dan masyarakat luas |
| 3 |
Efisiensi & Efektifitas |
| |
Menjamin terselenggaranya pelayanan kepada masyarakat dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab |
| 4 |
Akuntabilitas |
| |
Meningkatkan akuntabilitas para pengambil keputusan dalam segala bidang yang menyangkut kepentingan masyarakat luas |
| 5 |
Profesionalisme |
| |
Meningkatkan kemampuan dan moral penyelenggara pemerintahan agar mampu memberi pelayanan yang mudah, cepat, tepat dengan biaya terjangkau |
| 6 |
Partisipasi |
| |
Mendorong setiap warga untuk menyampaikan pendapat dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung |
| 7 |
Daya Tanggap |
| |
Meningkatkan kepekaan para penyelenggara pemerintahan terhadap aspirasi masyarakat tanpa pamrih |
| 8 |
Wawasan Ke Depan |
| |
Membangun daerah berdasarkan visi dan strategi yang jelas dan mengikutsertakan warga dalam seluruh proses pembangunan sehingga warga merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan daerahnya |
| 9 |
Transparansi |
| |
Terciptanya kepercayaan timbal-balik antara pemerintah dan masyarakat melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan didalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai |
| 10 |
Penegakan Hukum |
| |
Mewujudkan penegakan hukum yang adil bagi semua pihak tanpa pengecualian, menjunjung tinggi HAM dan memperhatikan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat |
| |
|
|
|